Biar Kerja Fokus, BAPERTARUM-PNS Bantu ASN Punya Rumah Sendiri

KORPRI.ID, KEPAHIANG - Seperti para pekerja profesional lainnya, aparatur sipil negara (ASN) juga punya tanggung jawab dan membutuhkan fokus pada pekerjaan yang tidak ringan. Nah, agar bisa lebih tenang bekerja sehingga kinerjanya pun bisa lebih maksimal, maka kebutuhan dasar seperti memiliki rumah perlu dibantu agar terpenuhi selain sandang dan pangan.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama BAPERTARUM-PNS Heroe Soelistiawan dalam acara launching perumahan PNS di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Kamis (14/9/2017).

"BAPERTARUM-PNS selalu berupaya mendorong agar ASN di mana pun berada untuk sesegera mungkin memiliki rumah dan menggunakan manfaat bantuan dari BAPERTARUM-PNS. Sebab dengan punya rumah berarti ASN dapat lebih memberikan kinerja maksimal sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara," ujar Heroe.

Namun kata Heroe, dorongan agar ASN punya rumah tak dapat terlaksana tanpa campur tangan pemerintah daerah. Sebab, pemdalah yang paling mengetahui kondisi ASN-nya.

Apalagi Korpri sebagai wadah para ASN sudah memrogramkan pembangunan perumahan khususnya bagi ASN Kepahiang. "Ini dilakukan dengan menggandeng pihak pengembang swasta untuk menyediakan lahan dan membangun rumah dengan harga terjangkau," kata Heroe.

Adapun untuk di kawasan Sumatera, harga maksimal rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah pada 2017 ini adalah Rp123 juta. "Tapi tahun depan harganya bakal meningkat menjadi Rp130 juta," ujarnya.

Berdasarkan data BAPERTARUM-PNS, selama 3 tahun terakhir hingga Juli 2017 sebanyak 1.051 ASN telah menerima bantuan uang muka perumahan dari BAPERTARUM-PNS. Sedangkan realisasi KPR melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) ASN di Bank BTN sudah mencapai 1.211 orang terhitung sejak 2015 hingga Mei 2017.

Kemudian dari pendataan ulang BKN pada akhir 2015, di Provinsi Bengkulu terdapat 10.779 ASN yang belum punya rumah, termasuk 931 di antaranya adalah ASN di Kepahiang.
"Mereka inilah yang harus didorong agar punya rumah. Sebab jika tidak, maka harga rumah akan semakin mahal, lokasi makin jauh, dan kebutuhan pun makin meningkat sehingga tidak sesuai lagi dengan penghasilan," kata Heroe mengingatkan. (Dikutip dari korpri.id )