Gelar Kuliah Tamu, Prodi PWK UNS Hadirkan Dirut BAPERTARUM-PNS

SURAKARTA - Selasa (25/04) di Ruang Sidang Utama lantai 2 Fakultas Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Sebelas Maret (UNS). Program Studi S1 PWK UNS menyelenggarakan perkuliahan tamu bertemakan “Sistem Pembiayaan Perumahan di Indonesia” yang diikuti oleh 100 Mahasiswa Program Studi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota. Tujuan kuliah ini memberikan perhatian khusus yang terkait dengan perencanaan perumahan dan permukiman serta pembiayaan pembangunan perumahan.

Dekan Fakultas Teknik  Sipil UNS, Sholihin As’ad saat membuka acara Kuliah Tamu Sholihin mengungkapkan “Pemerintah sudah cukup serius menangani perumahan yang ada di Indonesia dengan sistem dan tata kelola pembiayaan perumahan yang sudah baik. Hal ini mendorong masyarakat untuk berlomba-lomba menabung untuk menbeli rumah”.

Perkuliahan tamu tersebut, menghadirkan tiga narasumber, yakni Direktur Utama PPDPP, Budi Hartono, Direktur Utama BAPERTARUM-PNS, Heroe Soelistiawan dan Subsidized Mortgage Division BTN, Hirwandi Gafar.

Sesi pertama Direktur Utama PPDPP, Budi Hartono. Budi menyampaikan “Program Satu Juta Rumah saat ini sangat dibutuhkan sekali bagi masyarakat di Indonesia dan KPR sebagai alternatif utama pembelian rumah”.

Selanjutnya disesi kedua Direktur Utama BAPERTARUM-PNS, Heroe Soelistiawan. Pada kuliah ini, Heroe menyampaikan “kebutuhan saat ini adalah sandang, pangan dan papan yang merupakan kebutuhan pokok. Kepemilikan rumah adalah salah satunya, di Indonesia seseorang sulit mendapatkan rumah tanpa adanya bantuan baik dari Negara, keluarga ataupun gotong royong dari masyarakat. Ada beberapa inovasi untuk mendapatkan rumah yaitu dengan cara menabung dan mengelola dana tersebut dengan menggunakan sistem arisan”.

“Dari kuliah ini mahasiswa diminta memperhatikan permasalahan mengenai perumahan karena rumah di masa depan adalah kebutuhan dasar dari sebuah kebutuhan pokok” ujar Heroe diakhir paparan.

Dipenghujung kuliah ini disampaikan oleh Subsidized Mortgage Division BTN, Hirwandi Gafar. Hirwandi menyampaikan Problem yang dihadapi adalah pada penyediaan perumahan, sehingga kurang mencukupi permintaan yang terus bertambah setiap tahunnya.