Perumahan Khusus Guru di Sulsel

Gowa - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Syarif Burhanuddin, dan Direktur Utama BAPERTARUM-PNS, Heroe Soelistiawan, melakukan peletakan batu pertama pembangunan perumahan guru Sulsel di Desa Pallantikang, Kecamatan Patallassang, Kabupaten Gowa, Sulsel pada Kamis (16/03).

"Pendidikan itu penting, dan kunci untuk pendidikan adalah guru yang berkualitas, untuk memperoleh guru yang berkualitas maka salah satunya adalah dengan menyediakan perumahan yang layak bagi guru," kata Gubernur Syahrul di sela acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Perumahan Guru di Sulsel tersebut.

Nantinya akan dibangun 500 unit rumah di atas kawasan seluas 8 hektar, namun untuk tahap awal, akan diselesaikan sebanyak 300 unit rumah. Selain di Gowa, perumahan untuk guru ini juga akan dibangun di 7 kabupaten di Sulsel. Kabupaten Bone 200 unit seluas 3 hektar, Kabupaten Kepulauan Selayar 250 unit seluas 4 hektar, Kabupaten Soppeng 150 unit seluas 2,5 hektar, Kabupaten Bantaeng 200 unit seluas 3 hektar, Kabupaten Bulukumba 220 unit seluas 3 hektar dan Kota Palopo 300 unit seluas 5 hektar.

Sementara Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin mengatakan, saat pemerintah propinsi menyampaikan ide untuk membangun perumahan guru, sebelumnya sudah ada ide membangun 1000 unit rumah bagi PNS. PNS guru banyak diberikan kemudahan dari BAPERTARUM-PNS yaitu Bantuan Uang Muka (BUM) dan Bantuan Tabungan Perumahan (BTP) yang besarnya 5,2 juta sampai 5,8 juta serta subsidi Pemerintah sebesar 4 juta. Jumlah PNS Sulsel yang belum punya rumah 42.794 PNS dan yang memanfaatkan bantuan dari BAPERTARUM-PNS tahun lalu cuma 738 PNS, jadi masih banyak kesempatan PNS memiliki rumah.

Syarif berharap semua pemangku kepentingan terutama pemerintah daerah memberi kemudahan-kemudahan bagi guru yang ingin memiliki rumah. "Tidak harus selalu melalui pembiayaan, bantuan juga dapat diberikan dengan memangkas birokrasi dan mempermudah perizinan."